Pages

Sabtu, 29 Oktober 2011

Walikota: Sekolah Harus Memiliki Kelas Unggulan

SAMARINDA—vivaborneo.com, Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan, setiap sekolah di Samarinda mulai tahun ajaran 2011/201 harus mulai merintis kelas unggulan. Kelas ini untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar pada sekolah di Kota yang setiap tahun selalu bertambah. Jadi, tidak harus mesti ke SMP 1 saja, karena kelas unggulan sudah menyebar.



Walikota ketika meninjau gedung baru SMPN 1 Jl Kadrie Oening belum lama ini. (foto : Doni)
Menurutnya, ini sebagai langkah awal Samarinda menciptakan pemerataan pendidikan yang bermutu di semua kawasan.
“Kita sih ingin setiap sekolah memiliki keunggulan, tapi karena keterbatasan yang kita miliki, rasanya tidak mungkin dalam waktu yang kilat, menyulap semua sekolah menjadi unggulan. Saya rasa program ini sebagai rintisan untuk mempercepat terwujudnya sekolah yang baik dan berkualitas,” tandasnya.
Ia mengaku telah meminta kepada Kadisdik Samarinda Harimurti, untuk mensosialisasikan kepada semua kepala sekolah, dari tingkat SD hingga SLTA tentang masalah ini.
“Masalah sarana dan prasarana nanti akan kita pikirkan, yang penting saat ini kita punya semangat, dan kemauan,” ujarnya lagi.
Dalam upaya mengatasi permasalahan yang mungkin muncul, sebutnya lagi tentu akan dicarikan solusinya, yang penting harus ada keberanian memulainya.
“Saya berharap Dinas Pendidikan, bisa melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi (Kaltim) serta merumuskan konsep kelas  unggulan, agar  sekolah tidak salah menafsirkan,” katanya.
Ditegaskannya, kelas unggulan tidak identik dengan sekolah yang megah dan mewah serta penuh dengan fasilitasnya, tapi lebih pada sisi karakter pembelajaran yang dibangun sehingga kelas tersebut memiliki ciri khas atau keunggulan dibandingkan dengan kelas lainnya.   Karena itu, lanjutnya, pengembangan kelas unggulan harus mempertimbangkan karakter dan potensi lingkungannya.
“Bisa saja konsep kelas unggulan yang dikembangkan  di daerah yang satu berbeda dengan yang lain. Tergantung situasi dan kondisi sekolah yang bersangkutan,” imbuh walikota.
Sedangkan untuk sekolah di daerah tertentu yang memiliki keterbatasan, disebutkannya tentu menuntut kreatifitas guru dalam mengembangkan metode dan sistem pembelajaran, termasuk kemampuan sekolah dalam mendorong peran orang tua siswa agar ikut bertanggung jawab terhadap program ini.
“Jadi sekolah juga perlu  mengkomunikasikan masalah ini dengan orang tua siswa agar mereka  merasa  bertanggung jawab atas program ini. Intinya bagaimana sekolah mengupayakan ada kelas yang memiliki karateristik khusus dalam mengembangkan sistem dan model pembelajaran,” katanya.
Ia berharap program ini berjalan berkesinambungan dan tahun sudah memiliki  kelas unggulan. (vb/*)

berita dari:
http://www.vivaborneo.com/walikota-sekolah-harus-memiliki-kelas-unggulan.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar