Stok Hewan Kurban Mencapai 15 Ribu Ekor
SAMARINDA – vivaborneo.com, Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban, maka tahun ini Pemerintah Provinsi melalui Dinas Peternakan Kaltim telah menyiapkan hewan kurban tersebut mencapai 15 ribu ekor terdiri dari sapi dan kambing.“Tahun lalu hewan kurban untuk keperluan Hari Raya Idul Adha di seluruh wilayah kabupaten dan kota mencapai 14 ribu ekor, namun tahun ini meningkat 10 persen atau mencapai 15 ribu ekor terdiri sapi dan kambing,” kata Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Ibrahim.
Menurut dia, dari jumlah tersebut hanya 30 hingga 40 persen saja yang mampu dicukupi petani lokal. Sedangkan sisanya masih mendatangkan dari daerah luar khususnya dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi.
Padahal, sapi lokal sangat disukai masyarakat sebab pola penggemukkan yang dilakukan masih dinilai alami. Namun, kemampuan ketersediaan sapi lokal masih sangat terbatas. Selain, karena kemampuan ternak sapi yang masih terbatas juga kelompok tani yang mengusahakannya masih sedikit.
Khususnya dalam kegiatan petani pembibitan dan penggemukan. Karenanya, Dinas Peternakan Kaltim melalui berbagai kegiatan dan dukungan kepada pemerintah kabupaten dan kota melalui kelompok-kelompok tani ternak untuk meningkatkan produktifitas ternak lokal.
Sementara itu untuk menjaga keamanan serta terjamin kesehatan hewan kurban tersebut terutama bagi masyarakat, maka di kabupaten dan kota telah dibentuk tim yang selalu melakukan monitoring terhadap kegiatan jual beli maupun masuknya hewan tersebut dari luar Kaltim.
“Saat ini untuk keamanan hewan kurban tersebut khususnya dari terjangkit panyakit hewan baik antrax maupun penyakit hewan lainnya. Ditingkat kabupaten dan kota telah terbentuk tim khusus yang mengawasi masuknya hewan-hewan kurban dari luar Kaltim,” jelasnya.
Selain itu, melalui tim tersebut yang selalu memonitoring dan menyampaikan laporan terhadap kondisi serta ketersediaan hewan ternak itu terutama selama menjelang hari raya Idul Adha di selruh wilayah kabupaten dan kota di Kaltim.
Diakuinya, meningkatnya pasokan terhadap hewan kurban tahun ini disebabkan tingginya tingkat permintaan dari masyarakat dalam pelaksanaan hari raya kurban. Kondisi ini terus meningkat dari tahun ke tahun karena semakin banyak masyarakat yang ingin melaksanakan kurban ataupun kegiatan keagamaan lainnya.
“Peningkatan stok hewan kurban ini imbas dari tingginya permintaan masyarakat. Sehingga ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi petani maupun masyarakat untuk dapat menggeluti usaha ini khususnya sapi perbibitan dan penggemukan di Kaltim,” harap Ibrahim. (vb/mas)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar