Pesona Sungai Kedang Rantau, Bekantan dan Beragam Burung Kerap Dijumpai
SELAIN kaya akan sumberdaya alam yang tak terbarukan seperi Minyak, Gas dan Batubara, Kutai Kartanegara (Kukar) juga kaya akan keanekaragaman hayati baik flora (tumbuhan) maupun fauna (binatang).Beberapa fauna yang terdapat di Kukar diantaranya termasuk binatang yang dilindungi bahkan langka. Sebut saja Pesut Mahakam, mamalia air tawar ini diperkirakan jumlahnya pada 2011 kurang dari 90 ekor. Sedangkan didaratan, di hutan tropis Kukar juga terdapat salah satu primata yang unik dengan status langka dan dilindungi yaitu Bekantan.

Saat ini mungkin agak susah bertemu dengan primata yang berjulukan monyet belanda ini di hutan-hutan sekitar pemukiman warga.
Namun jangan khawatir, kera berhidung panjang ini mudah dijumpai di wilayah konservasi sumberdaya alam Kaltim di Kedang Rantau.
Kedang Rantau adalah anak sungai Mahakam yang terdapat di kecamatan Muara Kaman, Kukar. Ditepian sungai ini lah banyak terdapat kawanan hewan yang menjadi maskot Dunia Fantasi Ancol Jakarta itu sedang mencari makan ataupun sekedar bercengkrama.
Biasanya sekelompok Bekantan berjumlah diatas lima bahkan belasan ekor. Tiap kelompok terdapat pejantan paling unggul yang dijadikan pimpinan.
Bekantan jantan dewasa memiliki hidung panjang dengan ukuran kuran lebih sebesar terong, sedangkan yang belum dewasa tidak sepanjang itu.
Prilakunya pun cukup unik, jika merasa terancam pejantan dewasa akan melarikan terlebih dahulu anak-anaknya kemudian yang paling terakhir lari adalah pejantan dewasa atau pimpinan kelompok. Pemimpin kelompok akan memberikan ancaman kepada pengganggunya dengan berteriak-teriak mengeluarkan sura keras.
Perilaku bekantan tersebut bisa dilihat jelas jika menyusuri sungai Kedang rantau tepatnya di kawasan balai konservasi sumberdaya alam Kaltim.
Menyusuri sungai Kedang Rantau bisa dilakukan dengan menggunakan perahu panjang bermesin tempel kekuatan 40 PK dengan kapisitas 7-12 penumpang yang banyak disewakan di kecamatan Kota Bangun.
Selain Bekantan, jika beruntung pengunjung akan berjumpa dengan kawanan pesut di perjalanan itu. Ditambah lagi fegetasi ditepi sungai Kedang Rantau yang ditumbuhi beberapa pepohohonan mirip bakau, biasanya warga setempat menamakan pohon tersebut dengan Perupuk dan Bungur tumbuh rapat laksana membentengi tepisungai.
Pepohonan tersebut tampak indah dengan akar-akar kokoh yang menghujam hingga dasar tepi sungai, warna daunnya pun tampak hijau dan kadang berwarna kuning keemasan dengan bunga yang dominan berwarna ungu kadang disertai merah dan kuning. Belum lagi berbagai macam burung bisa dengan mudah dijumpai di pepohonan ditepian sungai Kedang Rantau tersebut, diantaranya berbagi jenis elang, bangau dan burung-burung beraneka warna lainnya.
Bagi yang akan melakukan trip ke sungai Kedang Rantau sebaiknya sudah berada dikota bangun sejak pagi dan langsung mengarungi sungai dengan perhu panjang ke Kedang Rantau. Pasalnya berbagai satwa termasuk pesut kerap muncul dipagi hari, jadi hewan yang ditemui bisa lebih banyak dan beragam hingga mampu mempesona pengunjungnya. (vb/hayru)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar